• #8E94B3 - 08154891***   |
  • #2AD908 - 08564720***   |
  • #E6E288 - 08125919***   |
  • #DE3E80 - 08882505***   |
  • #BF64EF - 08213668***   |
  • #2BF882 - +6281282***   |
  • #6C51F5 - 08222550***   |
  • #922155 - 08526702***   |
  • #74A225 - +6281282***   |
  • #3F82E2 - 08539053***   |
  • -


Cara Menentukan Buy dan Sell dalam Trading Forex

Cara Menentukan Buy dan Sell dalam Trading Forex

Secara umum, ada dua patokan dalam menentukan Buy atau Sell.
“Buy ketika trend sedang naik, Sell saat trend sedang turun. Prinsipnya, “follow the trend, trend is your friend”. Mungkin banyak pertanyaan ini, bagaimana cara mengidentifikasi sebuah trend? Atau, jika tidak dalam bentuk pertanyaan, masalah yang  muncul adalah dalam  bentuk keluhan “mengapa aku buy dia turun, dan giliran aku sell dia malah naik?”

Pada prinsipnya, cara identifikasi trend tergantung dari type tradernya, apakah termasuk day trader, swinger, atau scalper? Bagi trader yang mengandalkan analisis technical, trend diidentifikasi berdasarkan indicator. Yang mudah dan banyak digunakan  yaitu parabolic SAR dan Moving Average.

Kemudian berapa lama Anda meng-hold satu  posisi, maka berkaitan dengan time frame, Trader swinger atau yang cenderung tradingnya longterm akan memilih time frame H4 keatas, sedangkan trader yang cenderung Scalper atau yang biasa menghold posisi untuk jangka pendek akan memilih time frame di bawah M30.
Untuk trader yang cenderung fundamentalist cenderung mengandalkan news dalam melakukan trading. Jadi mereka memprediksi trend dengan cara memantau perkembangan News yang berhubungan dengan  mata uang yang ditradingkan.

Cara Menentukan Open Posisi
Banyak trader yang melakukan open posisi tetapi tidak sesuai dengan kondisi marketnya. Saat trader akan melakukan transaksi, diperlukan analisa kapan  harus lakukan  buy dan  kapan melakukan sell. Selama yang Anda lakukan dalam pembukaan sesuai dengan analisa, kemungkinan profitnya akan jauh lebih besar. Ini semata-mata menjadikan trading Anda lebih konsisten dalam  memperoleh profit daripada floating.

Untuk Open Buy
Trader pemula akan menanyakan kapan dilakukan open buy? Kalau ambil posisi buy, khawatir harga malah turun, tahanan akun hanya sedikit. Jika salah open buy nya, bisa menambah stress. Jadi, bagaimana supaya open buy nya tepat? Cukup Anda ikuti arah trend saat ini, sesuai dengan signal yang diberikan oleh Analis Anda. Ibaratnya, kita membeli saat harga sedang murah, sehingga kita akan mendapat untung.

Simpro

Untuk Open Sell
Seperti saat open buy, Anda harus memperhatikan  arah trend saat ini. Kapan harus melakukan ak jual tergantung dari signal yang diberikan Analis Anda. Semakin Anda memahami sistem yang dipelajari, maka akan semakin mengerti kapan harus melakukan  jual.

Misalkan saat ini terjadi trend down, dan kebetulan signal pada sistem melakukan aksi cross ataupun over, maka dapat langsung melakukan sell saat itu juga (instan). Terkadang pada saat yang sama harga bergerak fluktuatif dan tidak menentu, maka tetaplah  mengikuti rule yang ada. Nah, seperti cara dapat profit saat buy, maka waktu melakukan open sell, sebaiknya saat harga sedang tinggi, sehingga Anda mendapatkan untung.

Simpro

Mungkin Anda akan berkata kapan Anda bisa melakukan open yang lebih tepat? Jadi saat open buy ataupun open sell akan langsung benar tanpa harus mengalami floating. Nah, jika Anda menanyakan seperti ini, jawaban yang paling mudah adalah Anda harus memahami dan mengerti karakteristik dari market itu sendiri.
Jadi kesimpulannya, pada saat melakukan open buy maupun open sell, maka focus Anda saat terjadi pergerakan arah trend. Untuk konfirmasinya, pastikan lebih dulu sinyal yang ada sesuai dengan arah trend yang terjadi dimarket. Jika Anda mampu mempelajari dengan benar cara-cara tersebut, maka Anda akan bisa open  posisi lebih baik dari yang Anda harapkan.