• #EE6D06 - 08384295***   |
  • #58C75B - 08970331***   |
  • #9BBA45 - 08970331***   |
  • #08B426 - 08190135***   |
  • #DF9B76 - 08190135***   |
  • #2E6F13 - +6285225***   |
  • #1DDBB7 - 08564770***   |
  • #D2223B - 08384295***   |
  • #302A10 - 08217444***   |
  • #B54F99 - +6285225***   |
  • -


Mengenal Reserve Bank of Australia (RBA)

Dengan mengetahui misi dan visi bank sentral negara-negara mata uang utama, trader forex bisa mengantisipasi kebijakan apa yang akan diberlakukan untuk memperkuat ataupun memperlemah mata uang guna memperbaiki perekonomian negara tersebut. Salah satu bank sentral yang perlu diketahui adalah Reserve Bank of Australia atau RBA, bank sentral negara Australia.

Kita tahu dollar Australia (AUD) telah mulai diperhitungkan dalam perdagangan forex dunia sejak lebih dari 10 tahun lalu, seiring dengan meningkatnya ekspor Australia akibat pertumbuhan ekonomi China yang membumbung. China adalah salah satu partner dagang utama Australia. Range dan volume trading AUD/USD dari tahun ke tahun juga meningkat, dan saat ini range trading hariannya hampir sama dengan EUR/USD, bahkan kadang melebihi.

Mengenal Reserve Bank of Australia

RBA mulai beroperasi sebagai bank sentral Australia sejak 14 Januari 1960 menyusul undang-undang Reserve Bank yang menghapus fungsi Commonwealth Bank sebagai bank sentral negara-negara persemakmuran dibawah pemerintah Inggris. Hampir sama dengan bank sentral negra lain, misi utama RBA adalah menjaga kestabilan mata uang AUD, ikut berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga negara Australia.

Misi tersebut dilakukan dengan menentukan tingkat suku bunga yang sesuai dengan target inflasi jangka menengah, menjaga sistem keuangan tetap kokoh, menciptakan sistem pembayaran yang efisien dan menerbitkan mata uang sebagai alat pembayaran. Selain itu RBA juga memberikan jasa layanan perbankan untuk keperluan pemerintah Australia dan mengelola emas dan mata uang asing sebagai cadangan devisa yang saat ini diperkirakan mencapai lebih dari AUD 100 milyard.

Dalam prakteknya  RBA lebih fokus pada pengendalian tingkat inflasi melalui kebijakan-kebijakan yang disesuaikan, bahkan saat ini prioritas tugas utamanya adalah mencapai target inflasi tahunan antara 2% hingga 3%. Angka target ini mulai dicanangkan pada tahun 1993 oleh gubernur RBA saat itu, Bernie Fraser. Dengan selalu menjaga target inflasi para petinggi RBA yakin bisa mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang dan nilai tukar AUD yang wajar.

Suku bunga ditetapkan atas dasar konsensus antara para anggota dewan gubernur RBA. Tingkat suku bunga RBA saat ini adalah 2.50% sejak pemotongan 25 basis point terakhir yang dilakukan pada 7 Agustus 2013. Sejak Desember 2007 RBA merilis notulen rapatnya sekitar 2 minggu setelah pengumuman suku bunga.

Lokasi kantor pusat RBA berada di Sydney  dengan beberapa kantor cabang yang tersebar di berbagai kota seperti Adelaide, Brisbane, Melbourne, Perth dan Canberra. Gubernur RBA saat ini adalah Glenn Stevens yang mulai menjabat sejak 18 September 2006 dan akan berakhir 17 September 2016. Stevens menggantikan Ian Macfarlane.